Minggu, 16 November 2014 0 komentar

Network Forensik

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi komputer, kemampuan komputer semakin meningkat. Sayangnya kelebihan ini juga digunakan untuk hal-hal yang bersifat merugikan, akibatnya kerugian yang diderita akibat penyalahgunaan atau kejahatan menggunakan komputer/jaringan komputer (cyber crime) mencapai milyaran dollar setiap tahunnya. Serangan terhadap komputer/jaringan di seluruh dunia seperti virus, worms, spam dan DoS semakin meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Penggunaan alat perlindungan seperti antivirus, firewall dan Intrusion Detection Systems (IDS) sudah banyak digunakan oleh pengguna pribadi ataupun perusahaan, akan tetapi para pelaku kejahatan juga semakin cerdas dan canggih dalam melakukan kegiatannya. Dilain pihak, ketidakmampuan untuk mengetahui dan menangani pelaku kejahatan secara cepat menjadi titik lemah lainnya. Kebanyakan para administrator jaringan baru sadar adanya serangan terhadap komputer/jaringannya lama setelah kejadian berlangsung. Pada saat itu, bukti yang dibutuhkan untuk melakukan percenggahan kerugian yang lebih banyak atau bahkan tuntutan hukum bisa saja sudah lenyap atau dirubah oleh pelaku, sehingga banyak serangan yang tidak diketahui oleh pengguna atau administrator jaringan.

Ketika suatu mekanisme keamanan gagal menangani dan mengidentifikasi adanya serangan secara cepat, diperlukan suatu pelengkap pada sistem keamanan yang dapat memonitor, menangkap dan menyimpan bukti digital sehingga dapat diketahui bagaimana, kenapa dan kapan serangan terjadi. Oleh karena itu diperlukan mekanisme forensik pada jaringan sehingga bukti-bukti yang dibutuhkan untuk analisa lebih lanjut tidak hilang atau berubah.


1.2 Pendekatan Keamanan Sistem
Dengan semakin meningkatnya konektifitas jaringan komputer, ancaman dan serangan pada komputer atau jaringan semakin meningkat. Oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme keamanan yang menjamin tingkat keamanan informasi dan jaringan. Pada saat ini banyak organisasi melakukan tiga pendekatan terhadap keamanan suatu sistem/jaringan komputer. Tiga pendekatan tersebut adalah :
  1. Avoidance : pendekatan dilakukan dengan menggunakan mekanisme proteksi seperti firewall, VPN, enkripsi dan mekanisme autentikasi untuk membatasi dan mengurangi akses oleh orang yang tidak berhak.
  2. Intrusion Detection : pendekatan dilakukan dengan mendeteksi percobaan intrusi menggunakan audit file log dan IDS.
  3. Security Investigation : pendekatan dengan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk melakukan investigasi dari kerusakan ketika pelanggaran keamanan terjadi.

Keamanan jaringan dimulai dengan menggunakan sistem proteksi yang dapat menangkal ancaman keamanan dan terakhir dilengkapi dengan alat investigasi yang layak yang dapat membalikkan jaringan ke keadaan yang aman ketika ancaman terhadap keamanan terjadi.












BAB II
FORENSIK JARINGAN

2.1 Definisi Forensik Jaringan
Forensik jaringan (network forensic) adalah suatu metode menangkap, menyimpan dan menganalisa data penggunaan jaringan untuk menemukan sumber dari pelanggaran keamanan sistem atau masalah keamanan informasi[Ranum 1997]. Fokus utama dari network forensic adalah mengidentifikasi semua kemungkinan yang dapat menyebabkan pelanggaran keamanan sistem dan membuat mekanisme pendeteksian dan pencegahan yang dapat meminimalisir kerugian yang lebih banyak.

Administrator jaringan tidak bisa seluruhnya bergantung pada IDS untuk menjaga jaringannya. Administrator juga memerlukan proses investigasi dan alat audit untuk melakukan investigasi kejadian secara lengkap dan memulihkan jaringan dari ancaman atau serangan yang terjadi. Forensik jaringan memiliki kemampuan untuk merekontruksi kejadian dengan menggunakan sistem yang menyimpan semua aktifitas lalu lintas data pada jaringan, sehingga investigasi dapat dilakukan dengan melihat kembali kejadian-kejadian yang telah terjadi dan melakukan analisa kejadian yang terjadi di masa lalu. Berdasarkan kebutuhan diatas, maka suatu sistem forensik jaringan setidaknya terdapat beberapa proses, yaitu :
  1. Monitoring dan koleksi data : forensik jaringan pada dasarnya adalah audit terhadap penggunaan jaringan, seperti traffik, bandwidth dan isi data. Oleh karena itu setiap sistem network forensic diperlukan sistem monitoring dan penyimpanan data yang bisa digunakan sebagai bukti digital.
  2. Analisa isi data : dari semua data yang disimpan, tidak semuanya merupakan ancaman bagi keamanan sistem, sehingga diperlukan analisa data yang dapat mendeteksi data mana saja yang menggangu keamanan sistem. Hal ini juga berhubungan dengan masalah privacy, dikarenakan data-data yang dianalisa bisa saja merupakan data pribadi, sehingga diperlukan kebijakan khusus mengenai masalah ini.
  3. Source traceback : untuk pencegahan dari kemungkinan akan adanya serangan terhadap sistem keamanan jaringan yang akan datang diperlukan metode untuk mengetahui sumber dari serangan, sehingga dapat meminimalisir kejadian serupa di masa yang akan datang.

2.2 Monitoring dan Koleksi data
Suatu sistem forensik jaringan selalu dilengkapi kemampuan untuk memonitoring, menangkap dan menyimpan semua data lalu lintas pada jaringan. Sistem yang terhubung ke jaringan internet sangat potensial untuk diserang. Oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme untuk memonitoring dan mendeteksi serangan terhadap sistem/jaringan dengan menggunakan IDS. IDS adalah alat yang dapat mengumpulkan informasi, menganalisa informasi apakah ada aktifitas yang aneh pada jaringan dan melaporkan hasil analisa dari proses deteksi.

Teknik deteksi intrusi dapat dikategorikan menjadi dua. Pertama adalah berdasarkan signature-based detection. Signature-based detection menggunakan contoh pola serangan yang telah diketahui/disimpan sebelumnya untuk mengidentifikasi serangan. Yang kedua adalah deteksi anomali yaitu dengan cara menentukan apakah deviasi dari pola penggunaan normal dapat dikategorikan sebagai intrusi.

Sistem forensik jaringan juga dilengkapi dengan unit penyimpanan data sehingga memungkinkan dilakukannya proses analisa dan investigasi dari data yang dikoleksi sebelumnya apabila terjadi ancaman atau serangan terhadap suatu sistem keamanan. Untuk mengkoleksi data dari jaringan digunakan packet sniffer. Prinsip kerja dari packet sniffer adalah mengintersep setiap bagian dari data yang melewati jaringan dan membuat salinan untuk dianalisa. Hal ini tentu saja memerlukan unit penyimpanan yang tidak sedikit, seiring dengan semakin tingginya tingkat penggunaan jaringan dan makin besar lalu lintas data pada jaringan, makin besar pula penyimpanan yang dibutuhkan. Untungnya dengan semakin murahnya alat penyimpanan data, maka makin murah pula suatu sistem forensik jaringan.

2.3 Analisa Data
Forensik jaringan memungkinkan dilakukannya proses analisa dan investigasi data yang telah disimpan sebelumnya. Ada beberapa sumber bukti potensial yang dapat digunakan untuk forensik pada komputer dan jaringan. File adalah salah satu sumber bukti potensial. Output dari aplikasi seperti pengolah kata, spread sheets dan lain-lain dapat menyimpan  informasi sejarah, chaces, backup ataupun log aktifitas. Dilain pihak, log aktifitas jaringan dapat menyimpan beberapa informasi yang sangat penting dalam mengungkap terjadinya ancaman atau serangan terhadap jaringan. Aktifitas jaringan yang tercatat dapat mengungkapkan tindakan kriminal dengan sangat detail dibandingkan sumber lainnya. Oleh karena itu sistem log merupakan sumber vital dari bukti potensial.

Suatu perusahaan atau organisasi sudah seharusnya menyimpan informasi tentang segala aktifitas jaringan seperti login computer dan layanan yang menggunakan jaringan seperti remote Telnet atau FTP. Hal ini sangat berguna dalam investigasi dikarenakan rekaman tersebut dapat menyimpan berbagai informasi tentang aktifitas pengguna tertentu, seperti tanggal dan waktu dari aktifitas tersebut. Informasi ini sangat berhubungan dengan kejadian internal seperti email dan akses web ataupun kejadian eksternal yang dapat menunjukan waktu terjadinya aktifitas tersebut(timeline). Timeline berfungsi sebagai acuan untuk menempatkan peristiwa yang berbeda dalam suatu sistem dan menghubungkan ke suatu sangkaan, membuat suatu alibi dan menentukan bukti-bukti yang tidak tersangkut dengan tindakan kriminal. Dari analisa data paket-paket yang disimpan bisa didapatkan beberapa informasi antara lain :
Ø  Informasi tentang file yang ditransfer ke dan dari target
Ø  Perintah yang diberikan pada target
Ø  Informasi tentang terjadinya waktu aktifitas (timeline)
Ø  Output yang dihasilkan dari perintah yang diberikan
Ø  Bukti dari paket program scanning yang disembunyikan pada komputer jaringan lokal.

Tabel 2.1 Tipe peristiwa dan informasi yang diperlukan
Tipe Kejadian
Peristiwa
Informasi yang diperlukan
Penggunaan illegal dari  sumber daya
Penggunaan illegal sumber daya proses dan penyimpanan

Host : access log, status proses, penggunaan CPU dan status dari file dan penyimpanan
Penggunaan illegal bandwidth jaringan
Network : status jaringan, jumlah paket yang dikirim dan diterima, alamat IP, protokol used dan status dari port switch
Relay illegal dari layanan mail dan proxy
Host :  log aplikasi dan status proses
Network : alamat IP, protokol yang digunakan dan isi data
DoS (Denial of Service)
Terhentinya layanan karena penggunaan resource server
Host :  status proses, penggunaan CPU dan paket log yang tidak umum
Network : status jaringan, jumlah paket yang tidak biasa, alamat IP dan isi paket yang tidak biasa
Terhentinya komunikasi karena penggunaan resource bandwidth jaringan
Network : jumlah paket yang dikirim dan diterima, alamat IP, protokol used dan isi data
Detruksi data dan pemalsuan
Pemalsuan halaman web, file data dan file program
Host : log akses, status file dan penyimpanan dan isi konfigurasi file
Network : alamat IP, protokol used, isi data dan status port switch
Pencurian  informasi
Pencurian isi informasi yang rahasia dan intersepsi komunikasi
Host : log akses dan status file dan penyimpanan
Network : alamat IP, protokol used, isi data dan status port switch
Tipe informasi yang disimpan pada log tergantung dari aplikasi yang digunakan oleh user dan pada konfigurasi sistem.  Tabel 2.1  memperlihatkan hubungan antara serangan atau ancaman yang terjadi dengan informasi yang dibutuhkan untuk menganalisa peristiwa tersebut.

2.4 Source Traceback
Proses analisa data dapat mengungkapkan kapan dan bagaimana terjadinya suatu peristiwa serangan atau ancaman terhadap jaringan, dengan begitu seorang administrator atau penyidik dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan perbaikan sistem keamanan jaringan agar proses pemulihan keamanan dapat berlangsung dengan benar dan cepat serta untuk langkah pencegahan dari ancaman atau serangan yang akan datang sehingga dapat meminimalisasi kerugian yang derita. Untuk itu diperlukan suatu solusi agar dapat diambil suatu langkah pencegahan terhadap peristiwa yang sama, salah satunya adalah dengan mengetahui sumber dari penyebab terjadinya penyalahgunaan atau gangguan sistem keamanan jaringan. Traceback digunakan sebagai solusi dari permasalahan ganggunan keamanan sistem seperti DoS. Ada dua macam pendekatan tracing pada jaringan. Pertama adalah IP traceback dan kedua adalah  traceback across stepping-stones (connection chain).

Untuk memahami metode tracing diperlukan pengetahuan dasar tentang teknologi routing. Routing adalah suatu proses memindahkan informasi antar jaringan dari sumber ke tujuan. Routing melibatkan dua aktifitas dasar yaitu menentukan jalur optimal routing dan melewatkan paket antar jaringan. Protokol seperti Border Gateway Protocol (BGP) dan Routing information Protocol (RIP) menggunakan metrik untuk mengevaluasi jalur terbaik untuk paket. Berikut ini beberapa metrik yang digunakan pada proses penentuan jalur oleh suatu protokol routing :
Ø  Panjang jalur : jumlah hop yang harus dilalui paket dari sumber ke tujuan.
Ø  Biaya komunikasi.
Ø  Delay : waktu yang diperlukan untuk memindahkan paket dari sumber ke tujuan.
Ø  Bandwidth : besarnya lalu lintas data yang dapat lewat melalui sebuah jalur.
Ø  Load : tingkat penggunaan sumber daya jaringan.
Ø  Reabilitas : tingkat keandalan suatu jaringan seperti berapa sering link putus atau berapa lama link yang putus tersebut dapat diperbaiki.

Dengan traceback diharapkan dapat ditentukan jalur dari intrusi atau  bahkan menemukan sumber awal dari serangan untuk digunakan sebagai langkah awal dari tindakan hukum. Ada beberapa metode traceback yang telah dikembangkan untuk melacak sumber dari serangan.

2.4.1 ICMP Traceback
Pada ICMP traceback (iTrace), pesan traceback dibawa pada paket ICMP, nilai dari bagian ini ditentukan oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority). Bagian CODE diset dengan nilai 0 dan tidak diproses oleh penerima

Type
Code
Checksum
Gambar 2.1 Pesan ICMP Traceback

Bagian tubuh dari pesan ICMP Traceback terdiri atas elemen individual menggunakan skema TAG-LENGTH-VALUE (TLV).

TAG
LENGTH
VALUE
Gambar 2.2 Bagian tubuh pesan ICMP Traceback


Bagian TAG adalah oktet tunggal, dengan nilai-nilai sebagai berikut: Back Link, Forward Link, Timestamp, Traced Packet Contents, Probability, RouterId, HMAC Authentication Data dan Key Disclosure List. Fungsi Forward dan Back Link adalah mempermudah pembentukan rantai dari pesan traceback. Padanya terdapat informasi identifikasi dan nilai dari bagian ini terdiri dari tiga TLV subelemen : Interface Identifier, IPv4 Address Pair dan MAC Address Pair atau Operator-Defined Link Identifier.  Agar pesan tidak dapat dipalsukan maka diperlukan HMAC Authentication Data. Pada Key Disclosure List terdapat kunci hash algorithms. Elemen ini harus terdiri setidaknya satu Key Disclosure subelemen dan satu Public Key Information subelemen. Isi utama dari Key Disclosure elemen adalah kunci untuk autentikasi pesan traceback sebelumnya dan waktu mulai dan berakhirnya ketika kunci tersebut digunakan. Pada Key Disclosure elemen juga terdapat digital signature. Gambar 2.3 berikut ini memperlihatkan skema ICMP Traceback.
Gambar 2.3 ICMP Traceback

2.4.2 Intention-Driven ICMP Traceback
Intention-Driven ICMP Traceback (I-D iTrace) menambahkan bit tambahan pada routing dan proses forwarding yang dapat meningkatkan performance iTrace sebelumnya. I-D iTrace memisahkah fungsi dari iTrace menjadi dua modul, yaitu decision module dan iTrace generation module.
Decision module akan menentukan tipe pesan iTrace yang harus dihasilkan. Berdasarkan keputusan ini, satu bit khusus pada tabel packet-forwarding akan diset menjadi 1 dan paket data berikutnya yang menggunakan masukan forwarding akan dipilih sebagai pesan iTrace. Pesan ini kemudian akan diproses oleh iTrace generation module dan pesan iTrace baru akan dikirim.

2.4.3 IP Traceback
IP traceback menggunakan pendekatan mekanisme berdasarkan probabilistic packet marking (PPM). Pada PPM setiap router secara probabilitas mendaftarkan informasi tentang jalur lokal ke paket yang melaluinya sehingga node tujuan dapat merekonstruksi jalur lengkap yang dilewati oleh paket dengan memeriksa tanda-tanda pada paket yang diterima.

Ketika suatu router memutuskan menandai sebuah paket dengan probabilitas p, router akan menuliskan informasi pada bagian penanda, akibatnya tanda yang dibuat oleh upstream router akan terhapus. Agar PPM dapat bekerja, maka nilai p<1. PPM mengijinkan korban untuk menentukan perkiraan lokasi sumber dari serangan tanpa memerlukan bantuan dari operator jaringan luar. Hal tersebut bahkan bisa dilakukan setelah serangan berakhir. Algoritma penanda dapat diimplementasikan tanpa menghasilkan overhead yang signifikan pada router jaringan. Algoritma penanda memiliki dua komponen, yaitu prosedur penanda yang dilakukan oleh router pada network dan prosedur rekonstruksi jalur yang diimplementasikan oleh korban. Skema dari IP Traceback dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut ini.

Gambar 2.4 IP Traceback
2.4.4 Center Track
Center Track adalah jaringan overlay terdiri atas IP tunnel yang digunakan secara selektif merouting kembali datagram langsung dari tepi router terluar ke routertracking khusus. IP tunnel dapat dibuat pada jaringan IP yang tersedia. Router tracking dapat menentukan tepi router ingress dengan meneliti pada tunnel mana datagram tiba. Router tepi, harus dapat melakukan input debugging. Input debugging adalah kelengkapan diagnosa yang akan memperlihatkan hop sebelumnya ketika serangan datang dari atau melalui hop tersebut. Routing dinamis yang dibuat menyebabkan hanya lalu lintas yang menuju korban saja yang di routing melalui jaringan overlay. Tracking dilakukan dimulai pada router terdekat dengan korban, lalu dilakukan dengan hop-by-hop.

Gambar 2.5 Contoh Center Track

2.4.5 Sleepy Watermark Tracing
Sleepy Watermark Tracing (SWT) dikembangkan untuk melakukan traceback menggunakan prinsip hubungan rantai. Metode ini dapat digunakan untuk melacak serangan ketika penyerang menggunakan komputer yang dikendalikan secara remote sebagai mesin budak. 

Arsitektur SWT terdiri dari dua bagian, yaitu SWT guarded host dan SWT guarded gateway. IDS dan aplikasi watermark-enable pada SWT guarded host digunakan sebagai komponen pendukung. IDS berfungsi sebagai inisiator dari SWT tracing. IDS berinteraksi dengan SWT subsistem melalui SWT guarded host dan mentriger watermark tracing ketika instrusi terdeteksi.


Gambar 2.6 Guadian gateway dan Guardian host

Inti dari SWT terdiri dari tiga komponen interaktif, yaitu Sleepy Instrusion Response (SIR), Watermark Correlation (WMC) dan Active Tracing (AT). SIR menerima permintaan dari IDS, kemudian mengkoordinasikan active tracing dan menyimpan track informasi tracing dari instrusi. WMC menghubungkan incoming dan outgoing koneksi melalui watermark. AT mengkoordinasi beberapa bagian dalam jaringan untuk kolaborasi trace dari jalur incoming dan sumber dari instrusi.  Gambar 2.7 memperlihatkan hubungan antara ketiga komponen tersebut.

Gambar 2.7 Arsitektur SWT

Secara default, sistem SWT tidak aktif. Ketika IDS mendeteksi intrusi, IDS akan mentriger SWT tracing dengan cara menotifikasi SIR memakai informasi koneksi. Berdasarkan permintaan dari IDS, SIR pertama kali akan mengaktifkan koneksi intrusi untuk periode waktu tertentu. Kemudian SIR akan mentriger active tracing pada guardian gateway dengan mengirimkan notifikasi trace.  Akhirnya, SIR menotifkasi aplikasi WM enabled untuk menginjeksi watermark yang diminta. SIR juga menyimpan jejak dari informasi tracing intrusi dengan mengembalikannya ke SWT guardian gateway, dan apabila IDS meminta informasi tersebut, SIR akan menyediakan informasi yang dibutuhkan.

Jika pada periode waktu tertentu tidak ada informasi trace yang dikembalikan ke SWT guardian gateway atau tidak ada notifikasi lanjutan dari IDS, maka komponen respon intrusi akan kembali tidak aktif. Injeksi watermark hanya akan terjadi apabila ada intrusi yang terdeteksi dan hanya aplikasi jaringan intruder yang akan menerima respon watermark.
2.5 Tantangan Forensik Jaringan
Walaupun dalam teori suatu sistem forensik jaringan mudah diimplementasikan, pada prakteknya banyak hambatan-hambatan dalam membangun sebuah sistem forensik jaringan. Setidaknya ada dua macam hambatan dalam membangun sistem forensik jaringan yaitu teknis dan sosial-ekonomi.

2.5.1 Tantangan Teknis Forensik Jaringan
  1. Data Collection : Suatu sistem forensik jaringan selain memiliki fungsi untuk memonitor aktifitas jaringan juga harus dapat mengumpulkan semua data yang melewati jaringan. Data yang dikumpulkan dan disimpan bisa saja digunakan untuk melakukan investigasi apabila ada serangan atau ancaman, dan hasil investigasi tersebut dapat juga dijadikan sebagai bukti digital apabila nantinya akan dilakukan langkah-langkah hukum akibat dari implikasi serangan atau ancaman terhadap jaringan. Selain itu akan juga timbul masalah dengan semakin meningkatnya lalu lintas data pada jaringan, akibatnya diperlukan suatu sistem penyimpanan data yang dapat menampung data apabila hal tersebut terjadi.
  2. Data Retention : Data yang dikumpulkan kemungkinan harus dapat dipelihara atau disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini tentu saja berpengaruh pada besarnya data yang dapat ditampung oleh sistem forensik jaringan. Oleh karena itu diperlukan suatu manajemen data yang dapat mengurangi jumlah data yang disimpan tanpa harus kehilangan informasi forensik yang berharga.
  3. Data Retrieval : Selama perlakuan investigasi atau analisa sistem harus dapat menentukan lokasi dari data yang dibutuhkan dalam wide area network. Seperti disebutkan sebelumnya data yang disimpan dalam sistem forensik bisa sangat besar jumlahnya. Oleh karena itu diperlukan protokol yang dapat menentukan lokasi data yang diperlukan dengan cepat.



2.5.2 Tantangan Sosial-Ekonomi Forensik Jaringan
1.      Privacy : Pengawasan jaringan dengan user privacy akan selalu bertolak belakang. Hal ini disebabkan pada sistem forensik diperlukan pemeriksaan secara keseluruhan dari sebuah sistem yang dapat membuat user tidak nyaman. Simon Garfinkel memperkenalkan pendekatan “stop, look and listen” sebagai salah satu solusi data kolektif agar privacyuser tetap dapat terjaga. Pendekatan ini pertama kali dikemukakan oleh Ranum pada awal tahun 90-an. Solusi lainnya adalah dengan menyelidiki semua lalu lintas data, tetapi hanya menyimpan informasi yang diperlukan untuk forensik saja. Hal ini dimungkinkan karena kecepatan proses komputer saat ini lebih cepat dibandingkan kecepatan menyimpan data. Dengan begitu, penyimpanan informasi yang bersifat sangat pribadi dan kurang berharga bagi sistem forensik dapat dikurangi.
  1. Ekonomi : Pengembangan dari sistem forensik juga tergantung pada keuntungan dari penyedia jasa. Hal ini akan sangat mempengaruhi harga dari sebuah sistem forensik. Sistem forensik juga sangat berguna dalam mengurangi tingkat ancaman dan serangan kepada jaringan organisasi atau perusahaan, sehingga dapat mengurangi kerugian yang diderita akibat dari ancaman tersebut.

2.6 Perkembangan Sistem Forensik Jaringan
Saat ini ada beberapa sistem forensik jaringan yang dikembangkan baik untuk tujuan komersial maupun akademis. NIKSUN’s NetVCR dan NetIntercept adalah beberapa sistem komersial yang dijual dipasaran dan cukup banyak dipakai diperusahaan-perusahaan saat ini. Sedangkan untuk tujuan penelitian, sistem forensik seperti Honeytraps dan ForNet dikembangkan dengan metodelogi-metodelogi masing-masing. Dengan kata lain saat ini belum ada standart bagi suatu sistem forensik jaringan. Oleh karena itu juga diperlukan suatu usaha untuk membuat standarisasi sistem forensik jaringan.


2.7 Tools untuk Network Forensik
Tools network forensik adalah aplikasi yang digunakan untuk oleh ahli forensik yang digunakan untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan forensik seperti melakukan pemantauan dan audit pada jaringan. Tool kit untuk pengujian forensik memungkinkan untuk mengumpulkan dan analisis data seperti E-Detective, NetFlow v5/9, NetCat, NetDetector, TCPdump, Wireshark/Ethereal, Argus, NFR, tcpwrapper, sniffer, nstat, dan tripwire. 

Dibawah ini beberapa penjelasan tools network forensik yang berbasis GUI :
1.    Wireshark/ethereal
Merupakan penganalisis dan monitoring network yang populer. Fitur-fitur pada wireshark yaitu:
·      Dapat memerika ratusan protokol secara mendalam
·      Dapat menangkap langsung dan dianalisis secara offline
·      Multi platform, dapat dijalankan pada windows, linux, Mac OS X, Solaris,     FreeBSD, NetBSD, dan lain-lain.
·      Data jaringan yang telah ditangkap dapat ditampilkan melalui GUI atau melalui       TTY-mode pada utilitas Tshark.
·      Dapat memfilter tampilan dengan banyak pilihan filter.
·      Dapat membaca dan menyimpan format yang berbeda.

2.    NetCat
Merupakan sebuah utiliti tool yang digunakan untuk berbagai hal yang berkaitan dengan protokol TCP atau UDP. Yang dapat membuka koneksi TCP, mengirimkan paket­paket UDP, listen pada port ­port TCP dan UDP, melakukan scanning port, dan sesuai dengan IPV4 dan IPV6. Biasanya netcat ini digunakan oleh para hacker atau peretas untuk melakukan connect back pada sistem target agar hacker mendapatkan akses root melalui port yg telah di tentukan oleh hacker tersebut.



3.      E-Detective
Adalah sebuah sistem yang melakukan proses intersepsi internet secara real-time, monitoring, dan sistem forensik yang menangkap, membaca kode ( dengan menguraikan isi sandi / kode ), dan memulihkan kembali beberapa tipe-tipe lalu lintas internet. Sistem ini biasanya digunakan pada perusahan internet dan memantau tingkah laku, audit, penyimpanan record, analisis forensik, dan investigasi yang sama baiknya dengan hukum, serta intersepsi yang sah menurut hukum untuk penyenggaraan badan usaha yang sah menurut hukum seperti Kepolisian Intelijen, Kemiliteran Intelijen, Departemen Cyber Security, Agen Keamanan Nasional, Departemen Investigasi Kriminal, Agen Pembasmian Terorisme, dan lainnya. E-Detective mampu untuk membaca kode ( dengan menguraikan isi sandi / kode ), reassembly, dan memulihkan kembali berbagai jenis Aplikasi-Aplikasi Internet dan servis-servis misalnya Email (POP3, IMAP dan SMTP), Webmail (Yahoo Mail, Windows Live Hotmail, Gmail), Instant Messaging (Yahoo, MSN, ICQ, QQ, Google Talk, IRC, UT Chat Room, Skype), File Transfer (FTP, P2P), Online Games, Telnet, HTTP (Link, Content, Reconstruct, Upload dan Download, Video Streaming), VOIP (modul opsional), dan lain-lainnya.















BAB III
KESIMPULAN

1.      Sistem keamanan komputer menggunakan firewall dan IDS saat ini sudah tidak memadai lagi, sehingga diperlukan kemampuan forensik pada implementasi sistem keamanan jaringan.
2.      Akan ada tradeoff antara sistem forensik dengan privacy oleh karena itu diperlukan suatu kebijakan mengenai sistem forensik yang akan dipakai oleh suatu perusahaan atau organisasi.
3.      Sistem forensik yang ada saat ini memakai metodelogi pendekatan dan pembangunan sistem yang berbeda-beda sehingga perlu adanya usaha standarisasi dalam sistem forensik jaringan.


















DAFTAR PUSTAKA

1.      H. Debar, M. Dacier, and A. Wepsi. A revised taxonomy for intrusion-detection systems. IBM Research Report, 1999.
  1. Chet Hosmer, "Time_Lining Computer Evidence," 1998 IEEE Information Technology Conference, Information Environment For The Future, 1998.
  2. Takemi Nisase,and Mitsutaka. Network Forensic Technologies Utilizing Communication Information, Vol. 2 No. 8 Aug. 2004
  3. CISCO, Routing Basics
  1. ICMP Traceback Messages, Internet Draft, October 2001
( November 2001)
  1. Katarina Jozig. Tracing Back DDoS Attack. Master Thesis, University of Stockholm-Royal Institute of Technology. April 2002.
  2. On Design and Evaluation of “Intention-Driven” ICMP Traceback, by Mankin, Massey, Wu, Zhang.
  1. CenterTrack: An IP Overlay Network for Tracking DoS Floods, By Robert Stone, UUNET, 1999
  1. Sleepy Watermark Tracing: An Active Network-Based Intrusion Response Framework, by Wang, Reeves, Wu, North CarolinaStateUniversity, March 2001
  1. K. Shanmugasundaram, N. Memon, A. Savant, and H. Bronnimann. Fornet: A distributed forensics system. The Second International Workshop on Mathematical Methods, Models and Architectures for Computer Networks Security, May 2003.
  2. Simson Garfinkel, Web Security, Privacy & Commerce, 2nd Edition.
  1. Marcus Ranum, Network Flight Recorder. http://www.ranum.com/
  2. Alec Yasinsac and Yanet Manzano. Honeytraps, A Network Forensic Tool. Proceedings of The 6th World Multiconference on Systemics, Cybernetics and Informatics (SCI 2002), Orlando, Fl, July 2002
  3. Suryani Alifah. Ekstrasi Ciri Signifikan Pada Analisa Forensik Jaringan Menggunakan Teknik Intellegensia Buatan. Tugas Mata Kuliah Keamanan Sistem Lanjut. Institut Teknologi Bandung, 2004



Minggu, 19 Oktober 2014 0 komentar

Contoh Perusahaan di Bidang IT (PT.Primasoft)

Dalam tulisan kali ini saya akan memberikan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang IT, salah satunya yaitu, PT. Prima Softindo, berikut ini adalah profil perusahaan nya :
PT. Prima Softindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang IT Consulting yang berada di DKI Jakarta. Didirikan oleh sekelompok ex-karyawan sebuah perusahaan IT Jepang. Bekerja sama dengan Prime Strategy co. ltd. yang berpusat di Japan. Perusahaan ini menawarkan service di bidang Web Application, Website Development, dan Web marketing (SEM, SEO, etc.), sebagai salah satu strategi bisnisnya dengan konsep Model Business-to-business (B2B), consumer to business (C2B) and Business-to-employee (B2E).

Selain itu perusahaan ini memberikan layanan konsultasi (Training dan Education Program), untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang system administrasi dan proses pembelajaran online.
Nama Perusahaan      : PT. Prima Softindo
Kantor Jakarta             : Pembina Graha Lt.1 R.23, Jl.D.I. Panjaitan No.45 Jakarta, 13320   Indonesia
Kantor Bekasi              : Jl. Kemangsari II No.40 Rt.001/011, Jatibening Baru, Pondok Gede - Bekasi Indonesia 17421
Telepon                       : +62-21-84978918, +62-21-8571297
Fax                               : +62-21-84978918
Website                       : www.prima-softindo.co.id                 

Visi dan Misi
Perbaikan dalam aktivitas anda adalah sasaran dan tanggung jawab kami. Karena kami memang mendambakan kerjasama yang SALING MENGUNTUNGKAN sesuai dengan motto kami, "Connect You to the IT's World". Kami mempunyai misi, memberi solusi kebutuhan customer yang berorientasi memasarkan produknya lebih luas. Disamping itu, kami menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal dan asing. Dan sebagai core product, kami memberikan service pembuatan web site yang menggabungkan unsur-unsur usability, user friendly, yang disesuaikan dengan kebutuhan customer. Deliver the best IT product for the best people and company.

Product

1. Web Application

·         Blog
PT Prima Sofindo telah mengembangkan secara murni dari nol, sebuah Blog Engine bernama catatanku. Blog engine ini bisa dicustomize, khusus buat kebutuhan Client, yang tidak ada samanya dimanapun.
·         CMS
CMS(Content Management System) adalah sebuah sistem yang diperuntukkan memudahkan pengguna me-mentenance sendiri website mereka. PT Prima softindo bisa mengembangkan CMS dari yang berbasis open source seperti Joomla, Drupal atau yang lainnya. Selain itu, kami bisa men-develop CMS murni dan satu-satunya mengikuti kebutuhan Client.
·         E-Commerse
Ruang Toko, salah satu online shop yang mereka kembangkan dari nol. Kebutuhan Client akan sistem E-Commerce bisa dicustomize dari engine dasar Ruang toko tersebut.
·         ERP
Beberapa pengalaman membantu customer mengembangkan ERP dari nol, berupa Sistem Informasi Penunjang Keuangan, ataupun yang lainnya sangat membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam men-develop Sistem Informasi. Selain itu, beberapa contoh product yang ready stock maupun yang sementara perusahaan tersebut  kembangkan adalah - Smart School, Sistem Informasi Sekolah - SIMRS, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit - Sistem Informasi Keuangan Daerah - Dll
·         CRM
Dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, ataupun Sistem Informasi lain, hampir semua sudah memuat unsur CRM.





2. Web Marketing

·         Desain Web
Berbagai Web Customer telah di kembangkan. Total pengembangan ini mencakup design hingga beberapa aplikasi simpel yang ada di dalamnya. Customer utama perusahaan tersebut dalam pengembangan Website lebih kepada pasar Jepang yang terkenal akan sensitifitasnya terhadap kwalitas sebuah pekerjaan. Sehingga dari segi kwalitas dan ketepatan waktu.
·         SEO ( Search Enginee Optimization )
Setiap Website yang mereka kembangkan, sudah termasuk unsur SEO, sehingga tingkat kepekaan terhadap berbagai search engine terutama google tergolong high level. Kamipun mempunyai beberapa sistim informasi online yang kami kelolah sendiri seperti Kamusitas, Indonesia-e, dll.   



                 
3. Konsultasi IT

·         Pelatihan
Setiap Sistem yang mereka kembangkan, ada kalanya diikuti oleh program training untuk penggunaan sistem tersebut. Disamping itu, kamipun melayani berbagai training di bidang IT.
·         Jaringan
Sebagai unsur total solution di bidang IT, pengembangan Jaringan menjadi sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, sebagai pengembang sistem sebagai core layanan, PT Prima Softindo tetap memberikan layanan di bidang pengembangan Jaringan.
·         Outsourcing
Dalam berbagai keadaan, sebagian customer perusahaan menginginkan pengembangan sebuah sistem membentuk tim bersama divisi IT customer. Hal ini yang menjadikan kami harus siap sebagai outsourcing.  

          

Intinya, PT Prima Softindo selalu siap memberikan total solusi dalam pengembangan aplikasi khususnya yang berbasis Web.
Demikian penjelasan tentang salah satu contoh perusahaan dibidang IT, semoga bermanfaat:D



sumber :
http://www.prima-softindo.co.id/id/products.html
http://fajarcihuyy.blogspot.sg/2013/10/contoh-perusahaan-yang-bergerak-di.html

Kamis, 03 Juli 2014 0 komentar

T3 Pembuatan Game Hit The Devil

Sejak diperkenalkan pada tahun 1996, Flash atau Macromedia Flash menjadi sangat populer dan langsung mendapat tempat di hati masyarakat dunia web karena dapat membuat menampilkan animasi dan interaksi di web.Flash games atau java games adalah teknologi grafik berbasis web seperti Flash dan Java yang menghasilkan permainan sederhana yang biasa dikenal dengan sebutan Flash Games. Pada contoh kali ini, game Flash yang akan dibuat dinamakan dengan game Hit The Devil. Contoh pembuatan dan Perancangan Game tersebut dapat dilihat pada link Unduh berikut ini :

Link Unduh File :

Preview Game :
Sabtu, 07 Juni 2014 0 komentar

T2. PERANCANGAN PEMBUATAN GAME HIT THE DEVIL MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH

Game Hit The Devil

            Pada game yang dibuat dengan menggunakan macromedia flash ini, bertujuan sebagai media hiburan untuk masyarakat semua umur, ketika masyarakat sudah jenuh akan aktivitas sehari-hari mereka. Game ini  mempunyai aturan  cara main ( role of the game) sebagai berikut :
·         Game ini mempunyai alur cerita, bahwa pemain game ini harus memukul object yang berupa devil (setan) dengan objek yang telah disediakan game ini berupa palu. Object setan ini terdapat pada lubang-lubang yang telah ada pada tampilan. Setan ini dapat pindah posisi dengan lubang-lubang yang ada
·         Game ini mempunyai skor. Skor atau nilai didapatkan apabila pemain game ini dapat memukul objek setan dengan tepat, maka skor akan bertambah.
Pada pembahasan selanjutnya, akan dijelaskan mengenai software pembuat game hit the devil ini sebagai berikut :

Macromedia Flash
Macromedia Flash adalah salah satu program yang dapat digunakan untuk membuat suatu karya animasi, tidak sedikit para animator membuat beragam animasi, seperti animasi interaktif maupun non interaktif.
Dengan macromedia flash, kita dapat membuat animasi kartun, web design, presentasi, portfolio instansi, game, dan beberapa media animasi lainnya. Untuk saat ini banyak berbagai macam versi animasi flash yaitu Adobe Flash cs4 & cs5, semakin bertambahnya versi dalam suatu program aplikasi, akan terdapat suatu perubahan dalam program tersebut baik dri segi tataletak tools, penambahan fitur yang lebih lengkap dll.
Sejarah Macromedia Flash
Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa  bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5.
Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama FutureSplash. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama 'Macromedia' adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.
Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi 2 dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD Interaktif dan yang lainnya. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya. Dalam Flash, terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Database dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya
Movie-movie Flash memiliki ukuran file yang kecil dan dapat ditampilkan dengan ukuran layar yang dapat disesuaikan dengan keingginan. Aplikasi Flash merupakan sebuah standar aplikasi industri perancangan animasi web dengan peningkatan pengaturan dan perluasan kemampuan integrasi yang lebih baik. Banyak fiture-fiture baru dalam Flash yang dapat meningkatkan kreativitas dalam pembuatan isi media yang kaya dengan memanfaatkan kemampuan aplikasi tersebut secara maksimal. Fiture-fiture baru ini membantu kita lebih memusatkan perhatian pada desain yang dibuat secara cepat, bukannya memusatkan pada cara kerja dan penggunaan aplikasi tersebut. Flash juga dapat digunakan untuk mengembangkan secara cepat aplikasi-aplikasi web yang kaya dengan pembuatan script tingkat lanjut. Di dalam aplikasinya juga tersedia sebuah alat untuk men-debug script. Dengan menggunakan Code hint untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan dan pengembangan isi ActionScript secara otomatis. Untuk memahami keamanan Adobe Flash dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, berdasarkan beberapa sumber referensi bahwa tidak ada perbedaan menyolok antara HTML dan JavaScript dimana didalamnya terdapat banyak tools yang dapat diambil dari SWF termasuk ActionScript. Sehingga kode data dapat terjamin keamanannya. Oleh sebab itu, semua kebutuhan data yang terdapat dalam SWF dapat diambil kembali melalui server. Keuntungan menggunakan metode yang sama dengan menggunakan aplikasi web yang standar adalah akan menjamin dan mengamankanpenyimpanan dan perpindahan data.
Tools (Perangkat) pada Macromedia Flash
·         Toolbox

Toolbox adalah kumpulan tool – tool yang sering digunakan untuk melakukan seleksi, meggambar, memberi warna objek, memodifikasi objek, dan megatur besar kecil stage. Berikut komponen-komponen dalam toolbox beserta fungsi atau kegunaannya:


·                     Action Script
ActionScript adalah bahasa pemrograman yang dibuat berdasarkan ECMAScript, yang digunakan dalam pengembangan situs web dan perangkat lunak menggunakan platformAdobe Flash Player. ActionScript juga dipakai pada beberapa aplikasi basis data, seperti Alpha Five. Bahasa ini awalnya dikembangkan oleh Macromedia, tapi kini sudah dimiliki dan dilanjutkan perkembangannya oleh Adobe, yang membeli Macromedia pada tahun 2005.
Action Script terbaru saat ini adalah Action Script 3.0. Action Script 3.0 adalah bahasa terbaru dari edisi yang sebelumnya dikenal dengan Action Script 2.0. Action Script 3.0 memiliki beberapa kelebihan dibanding pendahulunya, antara lain fitur yang ditawarkan adalah file pada Action Script 3.0 dapat dibuat terpisah saat runtime.

Sumber Pustaka :

http://muziknyablogger.blogspot.com/2010/05/memahami-tools-pada-macromedia-flash-8.html

Jumat, 14 Maret 2014 1 komentar

Tentang Game dan Software Pendukungnya

Dalam artikel blog kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang "game" atau dalam bahasa indonesianya yaitu permainan dan juga aplikasi pendukung game itu sendiri.
pertama saya menjelaskan apa itu game ? , menurut para ahli game adalah :

1. game adalah sebuah interaktif, aktivitas yang berpusat pada sebuah pencapaiaa, ada pelaku aktif, ada lawan anda ("Chris Crawford").

2. game adalah sesuatu yang memiliki akhir dan cara mencapainya, maksudnya ada tujuan, hasil dan serangkaian peraturan untuk mencapai  keduanya ("David Parlett").

3. game adalah aktivitas yang mencakup karakteristik berikut : fun (bebas bermain adalah pilihan bukan kewajiban), separate (terpisah), uncertain, non-productive, governed by rules (ada aturan), dan fictitious (pura-pura). ("Roger Caillois").

4. game adalah kegiatan yang melibatkan keputusan pemain, berupaya mencapai tujuan dengan "dibatasi oleh konteks tertentu" (misalnya, dibatasi oleh peraturan). ("Clark C. Abt").

5. game adalah "upaya sukarela untuk mengatasi rintangan yang tidak perlu". ("Bernard Suits").

6. game adalah sebentuk karya seni di mana perserta, yang disebut pemain, membuat keputusan untuk mengelola sumber daya yang dimilikinya melalui benda di dalam game demi mencapai tujuan. ("Greg Costikyan").

7. game adalah bentuk investigasi paling tinggi. ("Albert Einstein").

8. game merupakan bagian tak terpisahkan dari keseharian anak, sedangkan sebagian orang tua menuding game sebagai penyebab  nilai anak turun, anak tak mampu bersosialisasi, dan tindakan kekerasan yang dilakukan anak. ("Samuel Henry").

9. game merupakan sistem partisipatoris dinamis karena game memiliki tingkat penceritaan yang tidak dimiliki film.("John Naisbitt").

10. game merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan dan dinikmati  para pengguna media elektronik saat ini. ("Ivan C. Sibero").

itu adalah arti game dari beberapa para ahli, game sendiri di bagi menjadi 2, yaitu ada game modern dan game tradisional.game tradisional biasanya menggunakan alat-alat sederhana, seperti bambu, kertas, kayu, dsb. contohnya ada lompat jauh, senam tenis meja dll.
sedangkan game modern dimainkan dengan menggunakan alat-alat canggih, seperti komputer, handphone, dsb. contohnya ada computer game, video game, dan online game.

setelah penjelasan tentang game saya akan menjelaskan aplikasi pendukung game, pertama ada game booster

fungsi dari game booster sendiri adalah mematikan semua service windows yang tidak perlu sehingga mempermudah komputer menjalankan game, yang kedua ada driver fusion. ini hanya berlaku pada komputer atau notebook yang menggukan processor amd, fungsinya sendiri hampir sama dengan game booster, dan yang terakhir adalah virtual vga.

untuk aplikasi ini bertujuan untuk kita tidak harus membeli vga card baru untuk bermain game, karena aplikasi ini bisa memvirtual vga kita menjadi vga bermerk terkenal seperti vga Nvidia atau ATi Radeon.


sumber:
http://makarioi-art.blogspot.com/2013/09/sejarah-game-dan-definisi-menurut-para.html
http://nenalatifa.blogspot.com/2013/03/definisi-game-menurut-para-ahli.html
http://shatsoe06.artisteer.net/2011/02/28/software-pendukung-game/
 
;